KEGIATAN SOSIALISASI " BULAN IMUNISASI ANAK NASIOANAL (BIAN) "

30 Juni 2022
Administrator
Dibaca 643 Kali
KEGIATAN SOSIALISASI

(Sosialisasi BIAN Bulan Imunisasi Anak Nasional Tahun 2022 di Desa Pabuaran Kecamatan Rangkasbitung )

 

Pabuaran- Kepala Desa Pabuaran Hj. Suyeni. Dan KTU Puskesmas kolelet Rudi Sutadi  membuka acara Sosialisasi BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional)  di Desa Pabuaran, dilanjutkan dengan memberikan permaparan dari KTU puskesmas kolelet dan Bidan Desa Kepada Kader Posyandu dan para RT / RW Serta tokoh masyarakat Desa Pabuaran.

Dalam Sambutannya Hj. Suyeni Sendiri mengatakan “ Akan selalu mendukung dalam segala kegiatan Kesehatan Terkait stunting dan BIAN, dan mengapresiasi tinggi kepada para kader posyandu Desa Pabuaran serta mengajak para Rt dan Rw untuk Mendorong Program ini.

 

Sementara itu Rudi Sutadi selaku KTU Puskesmas kolelet sendiri mengatakan “ kita harapkan program BIAN terhadap anak mencapai targetan yang sudah di targetkan skala Nasional dan memohon Bantuan kepada para kader kader serta Rt Rw di desa Pabuaran Untuk mendorong program tersebut. Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak  dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif. Tak hanya itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar di bandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan.

BIAN atau singkatan dari Bulan Imunisasi Anak Nasional adalah upaya yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan tahun 2022 untuk menggenjot cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi COVID-19.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi COVID-19. Terbanyak di Jawa Barat, disusul Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.

Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif. Tak hanya itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan.

Dalam pelaksanaan BIAN 2022 ini ada 3 strategi yang diterapkan, yaitu :

  1. Menambah 3 jenis imunisasi rutin pada anak yang sebelumnya 11 vaksin menjadi 14 vaksin. Vaksin yang ditambahkan adalah vaksin Rotavirus untuk anti diare dan vaksin PCV untuk anti pneumonia yang ditargetkan untuk anak, serta vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks yang diberikan untuk anak kelas 5 dan 6 SD untuk mencegah potensi kanker serviks saat anak menjadi dewasa.
  2. Digitalisasi data imunisasi dengan menggunakan pencatatan imunisasi secara digital yakni Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) yang terintegrasi dengan PeduliLindungi.
  3. Imunisasi anak akan dilakukan melalui undangan di aplikasi. Sehingga Pemda maupun tenaga kesehatan sudah mengetahui anak yang belum divaksinasi.

BIAN dilaksanakan selama satu bulan, bertahap di seluruh provinsi Indonesia. Tahap pertama dilaksanakan mulai Mei 2022 di seluruh provinsi di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tahap kedua dilaksanakan mulai Agustus 2022 di seluruh provinsi di Jawa dan Bali.

Terlaksananya Bulan Imunisasi Anak Nasional meliputi kegiatan imunisasi tambahan Campak Rubela dan imunisasi kejar (OPV, IPV dan DPT-HB-Hib) dengan baik dan dapat mencapai target yang diharapkan.

Dengan terselenggaranya kegiatan BIAN diharapkan kekebalan masyarakat terbentuk, sehingga pada akhirnya bisa mencapai eliminasi Campak-Rubela, mempertahankan status Indonesia Bebas Polio, mempertahankan eliminasi tetanus pada ibu hamil dan bayi baru lahir serta mengendalikan penyakit difteri dan pertussis.

Sumber : sehatnegeriku.kemenkes.go.id

Dokumen Lampiran

Sosialisai BIAN