PENINGKATAN KAPASITAS 25 KOMPETENSI DASAR KADER POSYANDU DALAM PENANGANAN DAN PENCEGAHAN STUNTING
PENINGKATAN KAPASITAS 25 KOMPETENSI DASAR KADER POSYANDU DALAM PENANGANAN DAN PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PABUARAN, KECAMATAN RANGKASBITUNG, KABUPATEN LEBAK-BANTEN
Oleh : Lutfiyani, S.Pd, M.Pd,
Rangkaian Kegiatan
Pada hari yang penuh semangat, kegiatan peningkatan kapasitas kader Posyandu Desa Pabuaran dilaksanakan di Balai Desa. Acara ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan kader dalam menangani dan mencegah stunting, sebuah masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Lebak. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Desa Hj. Suyeni, perwakilan Kecamatan Rangkasbitung, pendamping desa, tim Puskesmas Kolelet, dan kader Posyandu Desa Pabuaran.
Pembukaan dan Sambutan
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Hj. Suyeni. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan komitmen Pemerintah Desa Pabuaran dalam mendukung penurunan angka stunting. "Kader Posyandu adalah pahlawan kesehatan masyarakat. Dengan pelatihan ini, kami berharap kader dapat lebih sigap dalam memberikan layanan kepada ibu hamil, balita, dan masyarakat desa," ujar Hj. Suyeni.
Perwakilan Kecamatan Rangkasbitung juga menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini. Menurutnya, program semacam ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan tenaga kesehatan untuk mencapai target penurunan angka stunting secara nasional.
Materi dan 25 Kompetensi Dasar yang Dilatih
Dalam sesi pelatihan, tim dari Puskesmas Kolelet memberikan pembekalan kepada kader Posyandu mengenai 25 kompetensi dasar yang meliputi:
- Pengetahuan tentang stunting: pengertian, dampak, dan cara pencegahannya.
- Pemahaman gizi seimbang untuk ibu hamil, menyusui, dan balita.
- Keterampilan mengukur tinggi badan dan berat badan.
- Interpretasi hasil pengukuran menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS).
- Edukasi pentingnya ASI eksklusif hingga usia 6 bulan.
- Pengelolaan MPASI yang aman dan bergizi.
- Pemantauan tumbuh kembang anak.
- Informasi tentang imunisasi dasar.
- Deteksi dini tanda-tanda gizi buruk.
- Penyuluhan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
- Keterampilan berkomunikasi efektif dengan masyarakat.
- Identifikasi keluarga berisiko stunting.
- Edukasi sanitasi lingkungan dan akses air bersih.
- Pelaporan data kesehatan ke Puskesmas.
- Kerjasama lintas sektor untuk mendukung program stunting.
- Pengelolaan administrasi Posyandu.
- Pemahaman tentang kebijakan kesehatan terkait stunting.
- Teknik pemberian motivasi kepada ibu-ibu hamil dan menyusui.
- Pelibatan keluarga dalam program kesehatan.
- Penggunaan media dan alat bantu untuk edukasi.
- Keterampilan mencatat dan melaporkan hasil kegiatan.
- Teknik pendampingan ibu hamil.
- Identifikasi penyakit menular yang berkaitan dengan stunting.
- Pengelolaan kelompok diskusi ibu balita.
- Pengetahuan pertolongan pertama dalam situasi darurat.
Sesi Praktik dan Diskusi
Kader Posyandu diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi pengukuran tinggi badan, berat badan, dan pengisian KMS. Selain itu, sesi diskusi terbuka menjadi momen penting bagi kader untuk menyampaikan kendala yang sering dihadapi di lapangan.
Kesimpulan dan Penutupan
Kegiatan ini ditutup dengan pesan dari Hj. Suyeni agar kader Posyandu dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan sehari-hari. Beliau juga menegaskan pentingnya evaluasi rutin untuk memastikan keberhasilan program.
Program peningkatan kapasitas ini diharapkan menjadi langkah awal yang nyata dalam menekan angka stunting di Desa Pabuaran dan sekitarnya. Dukungan dari berbagai pihak akan terus dioptimalkan untuk menciptakan generasi sehat dan cerdas di masa depan.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin