PEMBANGUNAN JALAN USAHA TANI (JUT) DI DESA PABUARAN
Oleh: Lutfiyani S.Pd
Pembangunan infrastruktur di Desa Pabuaran Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten terus berjalan. Pembangunan selain dilakukan langsung Pemkab Lebak, juga dilakukan di tingkat desa, khususnya pembangunan jalan.
Pembangunan salah satunya seperti yang dilakukan di Desa Pabuaran, Kecamatan Rangkasbitung. Jalan usaha tani yang berada di 3 (Tiga) Kampung yaitu kampung Pabuaran, Kampung Kedung dan Kampung Sangiang , yang sebelumnya kondisinya rusak parah dan belum pernah ada, dibangun dengan memanfaatkan dana desa (DD). Pembangunan ruas jalan usaha tani ini cukup penting mengingat jalan ini merupakan akses perekonomian dan pertanian warga sekitar.
Pembangunan jalan tersebut terang saja disambut gembira oleh warga Desa Pabuaran. Salah satu tokoh masyarakat desa Pabuaran, ARKAWI (61), menyambut baik pembangunan jalan tersebut. Menurut dia, selama ini warga harus menempuh jarak jauh dengan memikul barang hasil taninya ke jalan . Dengan adanya pembangunan jalan ini, warga tak perlu memikul padi-nya dari sawah ke jalan, akan tetapi bisa menggunakan roda dua untuk mengambil padi tersebut dengan adanya jalan JUT tersebut..
“Tentu saja kami sangat gembira jalan ini dibangun oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Pabuaran. Ini merupakan bentuk perhatian bagi para petani karena jalan ini sangat penting dan sudah lama belum pernah ada,” ungkap dia, Senin (12/10).
Pihaknya berharap, dengan dibangunnya jalan usaha tani ini, akses perekonomian masyarakat desa semakin mudah dan bisa membawa kemajuan perekonomian desa.
Terpisah, Kades Pabuaran, HJ. SUYENI , membenarkan selama ini akses jalan yang rusak dan yang baru menjadi kendala dan turut andil terhadap tingginya biaya produksi pertanian.
Vitalnya kebutuhan akses jalan ini kemudian ditindaklanjuti dengan pembangunan, memanfaatkan DD tahun 2021. Tujuannya yakni ketersediaan infrastruktur jalan terutama membuka jalan usaha tani yang menjadi prioritas utama.
“Dari 1.650 kepala keluarga yang ada di Keyongan sebagian besar menggantungkan hidupnya di sektor pertanian, sehingga kebutuhan akses jalan usaha tani menjadi perioritas,” jelas dia.
Terkait rencana pembangunan jalan usaha tani ini, menurut HJ. SUYENI merupakan wacana yang sudah lama. Namun baru saat ini rencana tersebut bisa terealisasi. Jalan tersebut dibangun sepanjang 400 meter dengan lebar tiga meter. Untuk pembangunan jalan ini setidaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp 148 juta dari alokasi DD 2021.
Dokumen Lampiran
Rilis JUTKirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin